Postingan

Bung Hatta: Listrik di Batu Ampa

Gambar
  IG Sumbar Tempo Dulu | Tahun 1976 di Batuhampar, Muhammad Athar seakan kembali pulang ke pemukiman suluk bako beliau [keluarga ayahnya]. Tangis Hatta bukan air mata nostalgia, tapi bertaut dengan limpahan zuhud yang menemukan asalnya. Di antara surau, makam, dan cahaya listrik yang baru memasuki nagari dan surau kala itu, ia membaca ulang takdirnya: bahwa ‘ilm dan adab lebih abadi dari jabatan, dan khidmah lebih tinggi dari kuasa. Tombol yang ditekan hari itu barangkali seperti dzikir yang menggetarkan nagari, menyambungkan masa silam dengan hari kini. Dan listrik yang menyala di surau itu, seperti nur kecil yang menegaskan: jalan pulang selalu bermula dari kerendahan hati. Tulisan oleh : @habibsyadzily Desain oleh : @sumbartempodulu ======== Integritas Mohammad Hatta sering dibaca dari etos kenegarawanannya yang bersih dan asketik . Namun di Batuhampar, [1] sebuah nagari di Luhak Limo Puluah, jejak itu menemukan akar terdalamnya. Di sanalah garis keislaman Muhammad Hatta b...

Sanduak khas Minang

Gambar
  RRI.CO | Masyarakat Kota Padang [1] masih menggunakan sanduak dalam berbagai kesempatan, mulai dari makan sehari-hari hingga acara-acara khusus. Di restoran dan rumah makan tradisional, sanduak sering digunakan untuk menyajikan [2] nasi, gulai, randang, dan berbagai hidangan khas Minangkabau lainnya. Kehadiran sanduak dalam kehidupan sehari-hari juga mencerminkan pelestarian budaya dan identitas lokal. Masyarakat yang menggunakan sanduak merasa terhubung dengan tradisi nenek moyang mereka, menjaga nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus globalisasi. [3]

Pasanggrahan di Sumatera Barat Awal Abad ke-20

Gambar
  Singgalang.co.id | Pelancongan adalah perjalanan dan rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh manusia, baik secara perorangan atau berkelompok ke suatu tempat untuk sementara waktu. Aktivitas ini dilakukan dengan tujuan mencari ketenangan, kedamaian, keseimbangan, keserasian dan kebahagiaan jiwa/batin. Di samping membutuhkan prasarana dan sarana transportasi, kegiatan ini juga membutuhkan sarana akomodasi. Salah satu jenis akomodasi yang dibutuhkan wisatawan adalah tempat menginap. Tiga contoh fasilitas akomodasi yang sangat lazim dikenal dan digunakan para pelancong saat sekarang adalah hotel, apartemen, dan guesthouse . Tempo doeloe, terutama pada kurun waktu empat dekade pertama awal abad ke-20, jenis-jenis akomodasi ini dikenal dengan sebutan hotel dan pasanggrahan. Sumber-sumber lama dari era Belanda, pada awalnya, mendefinisikan pasanggrahan sebagai tempat tinggal/menginap sementara bagi para ambtenar (pegawai pemerintah) atau orang-orang pemerintahan, termasuk juga aparat...

Dongeng: Nenek Tua dan Ikan Gabus

Gambar
  SDN06BatamKota | Dahulu kala, ada seorang Nenek Tua yang sangat miskin. Pakaiannya, hanya yang melekat di badannya. Itu pun sudah compang-camping. Pekerjaan sehari-hari Nenek Tua itu sebagai pencari kayu bakar di hutan untuk ditukarkan dengan makanan. Di saat musim kemarau, di hutan itu, banyak sungai yang kering, dan kekurangan air. Nenek Tua pun pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Ketika  sampai di hutan itu, Nenek Tua itu melihat banyak sekali ikan gabus di tempat yang kekeringan, mereka sedang menggelepar-gelepar. Dia begitu gembira. “Mungkin ini rezekiku. Aku akan merasakan lezatnya daging ikan gabus. Nanti, aku akan goreng sebagian dan sebagian lagi kujual,"ujarnya membatin. Lalu, ia pun menjongkok, sambil menyaksikan ikan-ikan gabus yang menggelepar-gelepar itu. Namun, lama-kelamaan, nenek tua itu berubah niat, ia menjadi iba. Akhirnya, ia mengurungkan niatnya mengambil ikan-ikan gabus itu. Dia hanya diam, sambil memandangi ikan-ikan gabus ...

Memperingati Maulid Nabi Muhammad S. A.W 1445/2023

Gambar
Catatan St. Nagari - Muhammad Rasulullah Muhammad S.A.W merupakan sosok pribadi yang sangat kuat mempengaruhi setiap umat Islam. Kecintaan kepada beliau melebihi segala apapun dalam kehidupan seorang muslim. Menjadi suri tauladan dalam kehidupan.  Rasulullah ialah Al Qur’an berjalan,  demikian kami pernah mendengar pengajian semasa mengaji di surau dahulu. Kelahiran beliau merupakan berkah bagi sekalian alam, karena sebab beliaulah seluruh alam raya ini diciptakan, menurut pengajian beberapa tarekat sufi,  Nur Muhammad  lebih dahulu diciptakan, karena beliaulah Nabi Adam, bapak seluruh manusia diciptakan. Beliaulah kekasih Allah Ta’ala, karena itu beliau mendapat tugas yang paling berat dari sekalian nabi dan rasul yang telah diutus sebelum beliau.

Anasir, Perembesan, dan Resepsi: Pembaratan di Bukittinggi Sebelum Era Jepang

Gambar
Oleh Deddy Arsya Dosen Universitas Islam Negeri Syekh Djamil Djambek Bukittinggi Disampaikan dalam Seminar Pelestarian Warisan Budaya dengan Tema: "Memahami Ulang Urgensi Pelestarian Warisan Budaya di Kota Bukittinggi" Rabu s/d Kamis, 30 s/d 31 Agustus 2023, Hotel Novotel Bukittinggi Yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat Kota itu, yang awalnya dibuat sebagai benteng, telah menjadi tidak sekadar kota militer. Gedung-gedung pemerintahan berdiri agak ketinggian dan menjadi pusat kota kemudian, bersama kantor dan rumah dinas pejabat tinggi Eropa, berdiri pula pasar dengan los-los dan rumah-rumah toko, kompleks permukiman berdasarkan bangsa (Cina, Keling, [1] Jawa), juga perangkat kota modern lain semisal gedung-gedung sinema [biskop], hotel, rumah sakit, dan penjara, pemakaman, jalan-jalan mulus dan lebar yang membelah kota, jalur-jalur kereta api dengan stasiun-stasiunnya, perumahan-perumah...

GENESIS DAN PERKEMBANGAN KOTA BUKITTINGGI MASA KOLONIAL BELANDA

Gambar
 Oleh: Dr. Zulqayyim, M.Hum Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas, Padang Disampaikan dalam Seminar Pelestarian Warisan Budaya dengan Tema: "Memahami Ulang Urgensi Pelestarian Warisan Budaya di Kota Bukittinggi" Rabu s/d Kamis, 30 s/d 31 Agustus 2023, Hotel Novotel Bukittinggi Yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III Provinsi Sumatera Barat   1.   Pengantar Kota Bukittinggi menarik untuk dibicarakan, bukan saja karena peran sejarah yang telah dimainkannya selama sejak kurun waktu satu setengah abad yang lalu, [ 1]  tetapi juga keberadaannya sebagai kota kedua di Sumatera Barat, setelah Padang yang menjadi ibukota provinsi itu. Sejak tiga dasa warsa yang lalu, Bukittinggi telah pula berkembang menjadi pusat perdagangan konveksi untuk kawasan Sumatera, sehingga disebut sebagai Tanah Abang ke-II. Selain itu dan yang selalu melekat padanya adalah sebagai kota wisata karena keelokan pemandangan alam...

Kotak Pos Lama (Brievenbus)

Gambar
  Foto: klik positif Kotak Surat atau Bis Surat atau Brievenbus dalam bahasa Belanda atau kotak pos merupakan tempat atau kotak untuk mengirim surat yang sudah diberi alamat tujuan yang jelas, dan perangko yang cukup. Dalam sejarahnya di Indonesia, pos sudah ada sejak tahun 1602 pada saat VOC berkuasa.  Gubernur Jenderal G.W Van Imhoff mendirikan  kantor pos pertama di Batavia atau jakarta pada tanggal 26 agustus tahun 1746. Keberadaan Kantor pos sendiri sangat penting karena berkaitan erat dengan sejarah perkembangan telekomunikasi bahkan sejarah bangsa Indonesia sendiri. Berperan penting dalam memperlancar arus surat menyurat selama masa kolonial Belanda dan berkembang setelah penemuan teknologi telegram dan telepon.

Selamat Merayakan Aidil Adha 2023

Gambar
 Selamat Merayakan Hari Raya Aidil Adha  10 Zulhijjah 1444 - 28 Juni 2023

Selamat Hari Raya Aidil Fitri 1444 H

Gambar
  Selamat Merayakan Hari Raya Aidil Fitri 1444 H Jum'at, 21 April 2023 Minal Aidin Walfaidzin. Mohon Maaf Zahir & Bathin

Terkait Penutupan RANB dikala Hujan

Gambar
Museum Rumah Adat Nan Baanjuang (RANB) merupakan salah satu museum yang terdapat di Kota Bukittinggi. Museum ini terdapat dalam objek wisata Kebun Binatang Kinantan yang merupakan salah satu objek wisata favorit di kota ini. Museum ini dibangun pada tahun 1935 dimasa Kolonial Belanda dengan tujuan sebagai fasilitas untuk menyimpan benda-benda koleksi budaya Minangkabau. Pada masa sekarang, museum ini telah berstatus Cagar Budaya . Sejarah keberadaan Museum Rumah Adat Nan Baanjuang ini tidak terlepas dari Kebun Binatang itu sendiri. Karena penambahan bangunan museum oleh Belanda dimaksudkan untuk mempercantik Kebun Bunga yang mereka buat di atas Bukik Malambuang itu. Perkembangan selanjutnya, Kebun Bunga bertransformasi menjadi Kebun Binatang adapun Museum Rumah Adat Nan Baanjuang tetap dengan fungsinya yang semula, museum.

Tingkat Keterancaman Bahasa Minangkabau

Gambar
  Foto: Info Sumbar PS: Biasakan untuk membaca Tulisan Sampai Akhir SKALA EGIDS FB Uli Kozok - Skala EGIDS (Expanded Graded Intergenerational Disruption Scale) digunakan untuk mengukur "kesehatan" bahasa. Bahasa yang paling sehat dan kuat adalah 1. BAHASA INTERNASIONAL seperti Arab, Inggris, Perancis, Rusia, dan Spanyol dan juga BAHASA NASIONAL dengan jutaan penutur seperti bahasa Indonesia, Jerman, atau Swahili. Bahasa-bahasa yang lain memiliki status BAHASA DAERAH dengan berbagai tingkat kesehatan atau keamanan: 2 (masih aman) hingga 10 (sudah punah). Contoh untuk tingkat 2 adalah bahasa daerah yang penting dan sangat kuat seperti Kurdi atau Katalan.

Memperingati Milad 120th Bung Hatta

Gambar
  Di hari Jum'at berkah ini kita memperingati hari lahir Bung Hatta yang ke-120 menurut penanggalan gregorian atau 124 menurut penanggalan Hijriyah. Telah banyak buku yang menulis tentang beliau, kekaguman akan kesederhanaan dan kezuhudan beliau. Tak ragu memutuskan mundur dari jabtan Wakil Presiden, suatu keputusan yang masih menimbulkan tanda tanya hingga kini. Walau sudah terjawab oleh rangkaian peristiwa sejarah kemudian, namun Bung Hatta tidak pernah dengan terang mengungkapkan alasannya.

Milad 120 Bung Hatta 2022

Gambar
Gambar: Liputan6 Bung Hatta terkenal sebagai sosok yang pendiam, pada masa sekarang dikenal sebagai 'kalem'. Beliau bukan jenis orang yang tergila-gila dengan popularitas, ingin digemari banyak orang, atau memiliki hasrat untuk melakukan atau berucap yang dapat membuat perhatian semua orang tertuju pada beliau. Bukan, beliau sama sekali tidak berkeinginan untuk viral pada masanya. Muhammat Athar, demikian nama yang diberikan tatkala beliau lahir, dibesarkan di tengah-tengah keluarga Minangkabau. Keluarga biasa yang mendapat berkah dari Allah Ta'ala dengan kelebihan dari segi perniagaan dan hubungan kekerabatan melalui perkawinan dengan keluarga salah seorang ulama besar di Minangkabau pada masa itu.

Menara Air "Guguak Limpapeh"

Gambar
 "Fort de Kock" dirombak; menjadi Mercu Air "Guguak Limpapeh" Benteng Belanda kolonial "Fort de Kock" yang terletak di Bukit Jirek di tengah-tengah Kota Bukittinggi yang merupakan Lambang Penjajahan, oleh Gubernur/ Kepala Daerah Sumatera Barat, Kaharudin Dt. Rangkayo Basa pada hari Rabu jl. telah dirombak dan dijadikan mercu air yang diberi nama Mercu Air "Guguak Limpapeh" setelah diperbaiki/dibangun dengan biaya Rp. 2 Juta Seperti diketahuai di Kock adalah nama seorang Jenderal Belanda yang merebut [1] Kota Bukittinggi setelah menghadapi perlawanan yang sengit dari rakyat dalam Perang Paderi pada tahun 1925 [2] dan kemudian nama Kota Bukittinggi oleh Belanda digantinya menjadi kota "Fort de Kock". [3] Dari benteng "Fort de Kock" ini meriam-meriam kolonial Belanda diarahkan ke segenap penjuru kota untuk menghancurkan Kaum Padri yang melakukan perlawanan dengan gigih dan berani terhadap penjajahan kolonial Belanda.

Nama Jalan di Bukittinggi Masa Kolonial

Gambar
Sejarah Bukittinggi (4): Nama Jalan Tempo Dulu di Kota Bukittinggi; Residentweg Fort de Kock, Zuidersingels dan Oostersingels *Untuk melihat semua artikel Sejarah Bukittinggi dalam blog Pustaha Depok, silahkan  Klik Disini Pustaha Depok - Apa nama-nama jalan tempo dulu di Bukittinggi ?  Pertanyaan ini mungkin sepele dan tidak terlalu penting. Jika semua orang menganggap demikian, maka pertanyaan tersebut menjadi penting dalam artikel ini. Sebab (nama) jalan adalah penanda navigasi ketika siapapun yang berkunjung ke Bukittinggi. Kota Bukittinggi yang tempo doeloe disebut Fort de Kock, sebagai kota wisata, maka pertanyaan tersebut menjadi penting untuk diketahui. Residentweg te Fort de Kock (Zuid en Ooster) Bukittinggi tidak hanya Kota Wisata, juga kota bersejarah. Dalam hal ini, sejarah Bukittinggi menjadi elemen penting sebagai Kota Wisata. Sudah jelas bahwa sejarah awal Kota Bukittinggi adalah benteng Fort de Kock. Jalan dari dan ke benteng ini tiga arah: Dari selatan (dari ...

Selamat Hari Raya Aidil Fitri 1443

Gambar
 Selamat merayakan hari raya Aidil Fitri 1443 H Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin Find us on: linktr.ee/kebudayaan

Bung Hatta di Kemayoran

Gambar
arsipnasionalri   Pada tanggal 24 April 1949, Mohammad Hatta datang ke Jakarta dari pengasingannya di Bangka setelah menerima anjuran dari H. Merle Cochran, pimpinan UNCI (United Nations Commisions for Indonesia) dari Amerika Serikat. Mohammad Hatta dihadirkan dalam Perundingan Roem- Roijen karena perundingan sebelumnya menemui jalan buntu. Beliau berunding dengan J.H. van Roijen mengenai Pemerintah Republik Indonesia yang harus kembali ke Yogyakarta.

Uang Sumatera

Gambar
  Disalin dari kiriman FB Roman Saisuak , pada deskripsi kiriman disebutkan; uang daerah Bukit Tinggi tahun 1947-1948. Di awal kemerdekaan Indonesia terdiri atas lima provinsi yakni; Prov. Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Sunda Kecil. Salah satu provinsi ialah Sumatera serta pulau-pulau di sekitarnya, yang diperintahi oleh seorang gubernur dan merupakan gubernur Sumatera satu-satunya yakni Teuk Mohammad Hasan. Hingga kini belum kami dapat informasi pasti perihal ibu kota provinsi ini. Ada yang menyebutkan Bukit Tinggi, namun ada pula yang menyebutkan Medan. Medan semenjak tahun 1920an memang telah mengalami perkembangan pesat, setelah dibangunnya perkebunan tembakau di Deli serta kemudian cadangan minyak bumi. Sehingga membuat bandar tersebut menjadi ramai dan penduduknyapun berasal dari berbagai latar belakang. Selain Melayu dan Batak juga ramai didapati etnis Keling (India) serta kemudian para buruh Jawa dan Cina.

Badia Badia Batuang

Gambar
 Disalin dari IG Info Sumbar Badia Batuang atau ada juga yang menyebutnya dengan Badia Badia Batuang , merupakan salah satu permainan tradisional yang dahulunya terkenal dengan bunyi seperti dentuman meriam yang biasa terdengar pada malam hari di Ramadhan. Permainan yang terbuat dari bambu tersebut biasanya dimainkan beramai-ramai oleh pemuda setempat di lapangan yang jauh dari pemukiman warga. =============