Milad 120 Bung Hatta 2022

Gambar: Liputan6

Bung Hatta terkenal sebagai sosok yang pendiam, pada masa sekarang dikenal sebagai 'kalem'. Beliau bukan jenis orang yang tergila-gila dengan popularitas, ingin digemari banyak orang, atau memiliki hasrat untuk melakukan atau berucap yang dapat membuat perhatian semua orang tertuju pada beliau. Bukan, beliau sama sekali tidak berkeinginan untuk viral pada masanya.

Muhammat Athar, demikian nama yang diberikan tatkala beliau lahir, dibesarkan di tengah-tengah keluarga Minangkabau. Keluarga biasa yang mendapat berkah dari Allah Ta'ala dengan kelebihan dari segi perniagaan dan hubungan kekerabatan melalui perkawinan dengan keluarga salah seorang ulama besar di Minangkabau pada masa itu.

Ia tumbuh besar dengan adat dan syari'at, shalat tak pernah lupa, selalu tepat waktu. Itulah yang kemudian menjadikan Bung Hatta menjadi pribadi yang sangat menghargai waktu. Muchtar Lubis sang wartawan senior menjuluki beliau dengan sebutan 'Manusia Jam'.

Bung Hatta sama sekali tak memiliki massa atau pengikut. Beliau tak pernah mencari hal-hal yang demikian, karena beliau lebih menghargai isi kepala/ otak/ benak. Bersama St. Sjahrir beliau mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia atau lebih dikenal dengan nama PNI Pendidikan atau PNI Baru dengan menitik beratkan pada pendidikan dan kaderisasi terhadap anggotanya.

Beliau tak pernah mengumpulkan massa, melainkan rakyat banyak yang berkumpul di sekitar beliau. Bung Hatta tak pernah membesarkan namanya melainkan oranglah yang membesarkan namanya. Beliau juga tidak pernah menunjuk diri untuk maju, melainkan orang-oranglah yang memberikan panggung kepada beliau. 

Bung Hatta tak pernah merasa tamvan padahal beliau merupakan seorang pemuda yang elok parasnya. Tak pernah merasa pintar, padahal tak tanggung banyaknya buku yang beliau baca. Tak pernah merasa stylish padahal beliau orang yang terkenal rapi dan cara berpakaian beliau kemudian banyak ditiru. Tak pernah merasa kaya padahal beliau berasal dari keluarga saudagar dan seorang pejabat tinggi. Tak pernah merasa berkuasa padahal beliau orang nomor satu kuat (Perdana Menteri) dimasanya.

Namun anak cucu beliau hari ini telah berjalan jauh, memilih jalan yang berlainan dengan jalan yang ditempuh oleh datuk mereka. Sibuk menjadi orang lain, sibuk meniru dan berkiblat kepada pusat yang memiliki nilai-nilai, norma, budaya, dan adat berbeda dari cucu-cucu beliau di Minangkabau ini.

Bagi mereka Bung Hatta tak lebih dari sekadar proklamator, putra daerah, dan tokoh yang selalu dijual untuk meningkatkan gengsi mereka di tengah-tengah pergaulan nasional ataupun internasional. Minangkabau semakin terpuruk, semakin mundur, dan tidak tertutup kemungkina kelak tinggal nama sahaja.

Selamat memperingati Milad ke-120 Bung Hatta, beliau lahir pada tanggal 8 Jumadil Awal 1320 yang bertepatan dengan tanggal 12 Agustus 1902 penanggalan Gregorian.

Bukittinggi, 13 Muharam 1444/ 11 Agustus 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

29. Wisma Anggrek

13. Batu Kurai Limo Jorong

Garis Waktu Bukittinggi