Bukittinggi masa Agresi Belanda II
SERANGAN DIKOTA BUKITTINGGI 19 DESEMBER 1948- Pada masa Perang Kemerdekaan, Bukittinggi dijuluki sebagai “ Ibu Kota Kedua Republik Indonesia” Selama beberapa bulan, pada tahun 1947 Wakil Presiden RI berkedudukan di kota ini. Dari Bukittinggi, Wakil Presiden memimpin dan menggendalikan pemerintahan dan perjuangan untuk seluruh Sumatera.
Pada saat Belanda melancarkan agresi militer kedua, Bukittinggi merupakan kota penting kedua di wilayah RI. Di kota ini berkedudukan Komisariat Pemerintah Pusat untuk Sumatera (Kompempus) di bawah pimpinan Mr.Teuku Muhammad Hasan dan Markas Besar Komando Sumatera (MBKS) di bawah pimpinan Panglima Tentara dan Teritorium Sumatera (PTTS) Kolonel Hidayat yang mengantikan Jenderal Mayor Soeharyo Haryowardayo. Dilingkungan markas besar ini Angkatan Laut dan Angkatan Udara, menempatkan wakil-wakilnya jawatan Kepolisian Negara Cabang Sumatera di bawah pimpinan Komisaris Besar Umar Said juga berkedudukan di kota ini.
Sumber : Cilotehtanpasuara.com
Disalin dai IG Sumatrain
Baca juga:
Komentar
Posting Komentar