Nama Jalan di Bukittinggi masa Belanda
Sejarah Bukittinggi (4): Nama Jalan Tempo Dulu di Kota Bukittinggi; Residentweg Fort de Kock, Zuidersingels dan Oostersingels
Disalin dari blog Pustaha Depok
Apa nama-nama jalan tempo dulu di Bukittinggi? Pertanyaan ini mungkin sepele dan tidak terlalu penting. Jika semua orang menganggap demikian, maka pertanyaan tersebut menjadi penting dalam artikel ini. Sebab (nama) jalan adalah penanda navigasi ketika siapapun yang berkunjung ke Bukittinggi. Kota Bukittinggi yang tempo doeloe disebut Fort de Kock, sebagai kota wisata, maka pertanyaan tersebut menjadi penting untuk diketahui.
![]() |
Residentweg te Fort de Kock (Zuid en Ooster) |
Sejarah jaringan jalan di kota adalah sejarah perkembangan kota itu sendiri. Dari perkembangan jalan di dalam kota inilah kemudian nama-nama jalan di Fort de Kock (Bukittinggi) ditabalkan melalui keputusan Asisten Residen/Wali Kota (Burgemeester). Untuk menambah pengetahuan, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
Sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*
Residentweg: Nama Jalan Pertama di Bukittinggi
Seperti di kota-kota lain, nama jalan pertama yang ditabalkan adalah jalan utama di dalam kota. Penanda navigasi jalan utama di dalam kota adalah jalan dimana lokasi kantor kepala daerah (Asisten Residen/Residen). Kantor Residen di kota Fort de Kock berada di Residenweg (dalam peta No. 31, sementara No. 30 adalah rumah Residen). Dua bangunan ini kini menjadi gedung dan taman dari Taman Monumen Proklamtor Bung Hatta. Kapan nama Residenweg ditabalkan?
![]() |
Taman Monumen Proklamtor Bung Hatta |
Tunggu deskripsi lengkapnya
Daftar nama jalan tempo dulu di Bukittinggi
Gemeente Fort de Kock bukanlah kota besar seperti Padang, Medan, Jakarta, Semarang dan Soerabaja. Oleh karena Gemeente Fort de Kock termasuk kota kecil maka jumlah jalan yang ada di dalam kota juga tidak banyak. Nama-nama jalan tempo dulu di Bukittinggi adalah sebagai berikut:
Daftar nama jalan di Bukitttinggi tempo dulu | ||
No | Nama lama (era Belanda) | Nama baru (masa kini) |
1 | Residenweg | Istana |
2 | Schoolweg | Istana dan Yos Sudarso |
3 | Binnenweg | Ahmad Karim |
4 | Chineescheweg | Ahmad Yani |
5 | Grootepasarweg | Minangkabau |
6 | Kampementslaan | Sudirman |
7 | Zuidersingels Straat | Panorama |
8 | Oostersingels Straat | Perintis Kemerdekaan |
9 | Hospitalsingels Straat | Dr. Ahmad Rivai |
10 | Tempokweg | Ahmad Yani |
11 | Stormparkweg | Cindiamato |
12 | Filitweg | Marapi |
13 | Patjoeanstraat | Veteran |
14 | Pasarstraat | Lereng |
15 | Ngaraiweg | Bintang |
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com
Komentar
Posting Komentar