72. Rumah Wakidi
Wakidi lahir di Plaju, Palembang, Sumatra Selatan, sekitar
tahun 1889. Orang tuanya orang Jawa yang berasal dari Semarang, kemudian mereka
bekerja di Plaju, Sumatra. Sejak kecil Wakidi senang melukis dan semakin
berkembang bakatnya itu ketika tahun 1903 Wakidi bersekolah di Kweekschool (sering
disebut Sekolah Raja - sekolah guru) Bukit Tinggi. Di sekolah ini Wakidi mulai
serius belajar melukis dengan bimbingan guru, terutama ia melukis tema-tema
pemandangan alam, seperti: ngarai, sawah, gunung, dan sungai. Wakidi lulus
tahun 1908 dan mulai mengajar di sana. Ia juga mengajar di INS Kayu Tanam pada
tahun 1940-an dan sejak kemerdekaan tahun 1949 ia mengajar di sekolah menengah
di Bukit Tinggi.
Sesudah lulus sekolah, Wakidi pernah dikirim ke
Semarang untuk belajar melukis oleh seorang seniman Belanda, yaitu Van Dijk.
Pada masa ini, Wakidi telah menjadi ahli pelukis pemandangan yang mahir. Ia
dikenal sebagai pelukis dengan tema-tema tentang panorama dan kehidupan
Sumatera Barat. Di kancah nasional perkembangan seni rupa modern Indonesia,
Wakidi semasa dengan pelukis Abdullah Suriosubrata dan Mas Pirngadi. Kelak
mereka bertiga sering disebut sebagai pelukis Mooi Indie. Selama hidup
Wakidi, ia mengajar banyak murid, walaupun sedikit yang telah mengikuti gaya
naturalistisnya. Ia melanjutkan mengajar seni di Bukit Tinggi pada akhir
1950-an serta terus melukis sepanjang hidupnya. Ia tinggal berjauhan dari arus
utama kehidupan seni rupa di Jawa. Namun, sebagai guru, Wakidi pernah menjadi
pengajar dari banyak tokoh dari Sumatera, diantaranya: tokoh nasional Mohammad
Hatta dan Jendral A.H. Nasution. Wakidi menerima Anugerah Seni Republik
Indonesia tahun 1983. Ia meninggal di Padang (Sumatera Barat) tahun 1983.
Disalin dari: http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/wakidi
Baca juga:
- Wikipedia
- M2Indonesia
- Visual Heritage Blog
- Sanereh
- Putusan3 Mahkamah Agung
- 58. Janjang Minang
- Lukisan tentang Bukittinggi
Find us on:
Komentar
Posting Komentar