Milad Polwan ke-73



 Memperingati Milad Polisi Wanita Republik Indonesia

Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia lahir di Bukittinggi pada tanggal 27 Syawal 1367 H yang bertepatan dengan 1 September 1948. Pionir Polwan ialah 6 orang perempuan yang lulus seleksi untuk menempuh pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) di Bukittinggi. Keenam perempuan tersebut ialah:

  1. Mariana Saanin Mufti
  2. Nelly Pauna Situmorang
  3. Rosmalina Pramono
  4. Dahniar Sukotjo
  5. Djasmainar Husein
  6. Rosnalia Taher

Dari beberapa sumber disebutkan kalau keenam orang perempuan tersebut berasal dari Minangkabau. Namun dari nama-nama mereka setidaknya terdapat nama jawa dan Batak. Mungkin yang dimaksudkan ialah keenam perempuan tersebut berdomisili di Minangkabau.

Polwan lahir dari kearifan lokal Minangkabaj, dimana pada tahun 1948 Indonesia berada dalam suasana revolusi dan wilayah Indonesia terpecah-pecah antara wilayah yang dikuasai Belanda dengan wilayah Republik (wilayah yang dikuasai pejuang kemerdekaan). Pada masa itu terjadi arus pengungsian dari rakyat antar wilayah tersebut. Para pengungsi yang sebagian besar perempuan, orang tua, dan anak-anak tersebut mesti diperiksa dahulu sebelum memasuki wilayah republik.

Para perempuan merasa keberatan tatkala diperiksa oleh prajurit laki-laki. Sebagai muslim, terpantang apabila ada yang bukan muhrim menyentuh dan melihat aurat mereka. Hal tersebut menimbulkan kendala dalam pemeriksaan, apalagi prajurit yang memeriksa juga orang Minangkabau yang tahu, faham, dan menjunjung tinggi adat istiadat.

Demikianlah sedikit latar belakang lahirnya Polwan di Republik Indonesia..

Selengkapnya, silahkan baca di:

Kebudayaan\2.Sejarah\3. Polisi Wanita

Kunjungi kami di: linktr.ee/kebudayaan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

29. Wisma Anggrek

13. Batu Kurai Limo Jorong

Garis Waktu Bukittinggi