Museum dan Generasi Muda
![]() |
Ilustrasi: Marketeer |
Menarik mendapati sebuah pertanyaan dari peserta setelah beberapa kali melakukan seminar/sosialisasi terkait permuseuman di Kota Bukittinggi. Mereka bertanya terkait peranan seperti apa yang dapat dimainkan oleh para generasi muda di bidang kebudayaan.
Sebenarnya para pemuda memiliki peranan yang sangat penting, hanya sahaja mereka belum melihat arah jalan yang akan mereka tempuh. Salah satu peran yang dapat mereka lakukan ialah melalui sebuah lembaga yang bernama komunitas.
Pada beberapa kota, mereka mimiliki komunitas yang bergerak di bidang kebudayaan. Apakah itu permuseuman, cagar budaya, kesenian tradisional, budaya tradisional, dan lain sebagainya. Komunitas ini kebanyakan diinisiasi sendiri oleh masyarakat yang sebagian besar dari mereka didominasi oleh generasi muda.
Memang terdapat pada beberapa tempat, yang menginisiasi komunitas ini berasal dari pemerintah setempat. Hal ini tentunya tidak masalah namun apabila penginisiasi dari pemerintah maka sebuah komunitas mengikut agenda dari pemerintah karena keberlangsungan komunitas mereka berasal dari kontribusi pemerintah tersebut kepada komunitas mereka.
Namun apabila komunitas tersebut independen, didirikan sendiri tanpa ada keterkaitan dan ketergantungan dengan pemerintah, maka mereka akan lebih kritis dan memiliki bergaining position. Setiap kebijakan dari pemerintah memiliki tingkat subjektifitas tersendiri, dan memiliki prioritas yang berbeda-beda pada setiap kepala yang menjabat.
Disinilah peran komunitas yang independen dan kritis, sebagai agen perubahan dan pengawal serta penjaga kepentingan rakyat. Maka sifat kritis mereka dapat sebagai pengingat bagi pemegang kekuasaan atas kealpaannya.
Komunitas bukan perpanjangan tangan pemerintah, mereka terdiri dari orang-orang intelek, terdidik, dan kritis. Tidak hanya kritis terhadap pemerintah namun juga kritis terhadap masyaraka itu sendiri. Karena masyarakat terkadang juga lalai terhadap lingkungannya.
Berkumpullah dan buatlah organisasi, tumpahkan semua daya dan upaya serta luahkan semua hasrat yang selama ini tertahan dalam dada.
Komentar
Posting Komentar