Tahun Baru 1443 H


Tahun baru Hijriyah memang tidak semeriah perayaan tahun baru Gregorian (lebih populer dengan nama Masehi). Hal ini karena penanggalan Hijriyah tidak menjadi penanggalan resmi negara. Dan perayaannyapun tidak dirayakan dengan hura-hura ataupun bermaksiat.

Peringatannya lebih menekankan kepada tarikh (sejarah) hijrah Rasulullah SAW beserta latar belakang sosial-politik Mekkah saat itu yang merupakan makna tersurat. Sedangkan untuk tersiratnya ialah kata "hijrah" itu sendiri yang artinya pindah. Pindah dari keadaan yang buruk ke keadaan yang lebih baik sesuai tuntunan Syari'at.

Dalam merayakannyapun banyak yang salah faham karena beranggapan pergantian tanggal pada penanggalan Hijriyah ialah sama dengan penanggalan Gregorian yakni pukul 12 tengah malam. Dalam Islam, waktu ditentukan dengan melihat pergerakan benda-benda langit. Dalam kasus ini, tanggal bertukar ketika peralihan dari Siang menjadi Malam. Atau lebih kita kenal dengan "waktu magrib". Ketika matahari tenggelam maka bergantilah hari beserta tanggalnya.

Sebagian umat Islam pada masa sekarang inipun terpecah belah terkait perayaan tahun baru serta beberapa hari besar dalam Islam. Tuduhan Bid'ah acap terdengar sehingga membuat beberapa umat muslim enggan untuk merayakannya.

Adapun penanggalan hijriyah ini dirumuskan dimasa Kekhalifahan Umar bin Khatab dan peringatannya dimulai oleh penguasa Mesir berdarah Kurdi dimasa Perang Salib, Sulthan Salahudin Al Ayubi. Tujuan beliau mengadakan peringatan dan perayaan hari besar Islam ialah untuk menumbuh dan meningkatkan Ghirah keislaman kaum muslimin masa itu.

Dan kini, kita dapati solidaritas sosial dan ghirah keagamaan sudah mulai berkurang. Surau-surau yang pada masa dahulu ramai dan meriah dalam menyambut hari besar Islam, kini terdengar gersang dan hampa tak berasa.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

29. Wisma Anggrek

13. Batu Kurai Limo Jorong

Garis Waktu Bukittinggi