Perjuangan Pemuda Kereta Api di Bukittinggi

Foto: bukittinggikota.sikn


kolongbuku.wordpress.com
. Di Bukittinggi, stasiun kereta api dan kantor-kantor kereta api berada di depan kantor yang semula kantor Kampetai. Sementara tidak jauh dari stasiun, terdapat gereja yang mulai dipenuhi oleh para bekas interniran Jepang yang dipindahkan dari Bangkinang.

Kepala Stasiun Bukittinggi yang masih diduduki pembesar Jepang tidak memperkenankan bangsa Indonesia menaikkan bendera merah putih di depan stasiun, tetapi pemuda kereta api bertikad nekad. Terjadilah naik-turun bendera beberapa kali. Para pemuda mengikat mati tali bendera tersebut agar tidak bisa diturunkan. Pihak Jepang nekad juga dengan memanjat tiang bendera untuk menurunkan bendera merah putih, tetapi sialnya dia terjatuh.

Berita tentang peristiwa itu cepat tersebar yang kebetulannya terjadi pada hari jumat, maka rakyat tumpah dengan cepat ke tempat kejadian dengan siap siaga. Dalam Sejarah Perjuangan Pemuda 1960, diutarakan sebagai berikut:

“… untung saja pembicaraan suatu tilpon disadap oleh Nursah (pegawai PTT). Kemudian ia memberitahukan peristiwa ini pada para bekas interniran yang berada di gereja untuk membawa senjata ke tempat tersebut.”

Pengambilalihan stasiun kereta api di Bukittinggi ini dilaksanakan tidak lepas dari jasa para pegawai dan pemuda kereta api serta dibantu oleh PRI Bukittinggi.

Selanjutnya pengambilalihan kekuasaan atas kereta api di Sumatera Barat itu tidak saja dilakukan di Padang dan Bukittinggi, tetapi juga di Padangpanjang, yang dipimpin oleh Ngaeran, J. Lohannapessy, A. Pauw, dan kawan-kawan.

Disalin dari kolongbuku.wordpress.com

Juga dimuat di IG Sumatra Train





Komentar

Postingan populer dari blog ini

29. Wisma Anggrek

13. Batu Kurai Limo Jorong

Garis Waktu Bukittinggi