Hari Rayo Anam 1442



Di Minangkabau dikenal Hari Rayo Anam yang dirayakan tepat sepekan setelah hari raya pertama (1 Syawal) Aidil Fitri. Masing-masing nagari memiliki cara berbeda dalam merayakannya sesuai dengan sistem ketatanegaraan Minangkabau yang Federasi dan seperti yang diungkapkan pepata "Lain padang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya".

Istilah Hari Rayo Anam bermacam-macam pendapat mengemukakan. Ada yang mengatakan karena dirayakan enam hari setelah Hari Raya Gadang (1 Syawal). Pendapat lain menyebutkan karena dirayakan setelah menunaikan Puaso Anam[1] di bulan Syawal.

Makna hari raya ini sama nilainya dengan Hari Rayo Gadang, karena pada hari raya ini kerabat dekat  diziarahi (bersilaturahim) karena tidak sempat untuk dijelang (diziarahi) pada Hari Rayo Gadang. Hal ini karena adat orang Minangkabau apabila mereka datang ke rumah kerabat untuk bersilaturahim, mereka wajib untuk dijamu dengan berbagai hidangan makanan (makan nasi). Ketupat atau berbagai hidangan ringan lainnya tidak dikenal untuk disantap oleh masyarakat Minangkabau.

Akibatnya, dalam satu hari hanya beberapa rumah yang dapat untuk dijelang diziarahi. Sehingga selama sepekan penuh orang Minangkabau merayakan hari raya Aidil Fitri. Hari raya pertama dan kedua biasanya menziarahi keluarga inti dan semakin hari keluarga inti yang semakin jauh hubungannya yang dijelangi.

Apabila datang bersilaturahim, para perempuan wajib membawa buah tangan. Bingkisan yang dibungkus dangan 'Kain Bungkusan'. Terpantang dalam adat Minang seorang perempuan datang bersilaturahim dengan tangan kosong.


Catatan Kaki:

[1] Puasa Enam Hari di Bulan Syawal, selengkapnya DISINI


Baca Juga:

  1. Hari Rayo Anam
  2. Tradisi Unik Hari Raya Keenam di Ranah Minang
  3. Hari Rayo Anam - Kamang Darussalam
  4. Hari Rayo Anam (Hari Raya Enam) 
  5. Hari Rayo Anam



Komentar

Postingan populer dari blog ini

29. Wisma Anggrek

13. Batu Kurai Limo Jorong

Garis Waktu Bukittinggi