Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2020
"Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie" demikianlah bisik M.Yamin kepada pemimpin kongres Soegondo ketika itu. Yang artinya kurang lebih: Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini
Resolusi dimaksud ialah untuk Kongres Pemuda ke-II yang berlangsung dari tanggal 27 s/d 28 Oktober 1928 di Batavia. Secarik kertas yang diberikan oleh Yamin kepada ketua kongres mendapat persetujuan dengan membubuhkan paraf. Demikian pula anggota kongres yang lain juga menyatakan persetujuan.
"Resolusi yang elegan" atau "Ikrar" demikianlah pada saat itu. Adapun dengan istilah "Sumpah Pemuda" diberikan setelah kongres.
Begini kira-kira bunyinya:
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, Tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, Bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, Bahasa Indonesia.
Pertama:
Kami Putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu. Tanah Indonesia
Kedua:
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia
Ketiga:
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia
Sejak 1959, tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai Hari Sumpah Pemuda, yaitu hari nasional yang bukan hari libur yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 untuk memperingati peristiwa Sumpah Pemuda.
Sumber: wikipedia
Like & Follow:
Komentar
Posting Komentar