Kearifan Berbahasa yang Kurang



Dicopy dari kiriman FB: Zahra Ummu Hanif


Terpikir saat bunga ini viral, tak adakah nama yang lebih baik yang tidak melecehkan status seseorang? Jadi lah manusia yg berakhlak, kalau punya waktu di baca sampai habis ya.


Melihat fenomena penamaan jenis tanaman Monstera Adansonii dan Monstera obliqua menjadi “janda bolong” , terasa sekali betapa rendahnya etika berbahasa di masyarakat kita. Sebenarnya saya sudah lama ingin menulis tentang ini. Tapi mengingat dan menimbang, ketika saya yang beropini, pasti orang-orang akan menilai dari perspektif yang berbeda,

Sebenarnya saya hanya ingin membuka sedikit mata hati orang-orang yang masih punya hati dalam menilai dan berbahasa. Yang lebih miris lagi bukan hanya “janda bolong” yang jadi nama tanaman. Tapi muncul juga nama-nama turunan lainnya, seperti “janda miskin, janda sobek, janda terbuang, janda gatal, janda kaya”, and whatever lah… sampe gemetar jari saya mengetik nama-nama itu,

Dan yang lebih parah, orang-orang yang notabene berpendidikan tinggi, berkedudukan tinggi (yang pasti tidak berakhlak tinggi) juga ikut-ikutan buat postingan lucu-lucuan, “janda semakin terdepan, janda semakin naik daun, dan lain sebagainya” Apakah tidak malu dengan profil dirinya?

For Your Information [FYI], nobody want to be a widow,
Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang punya cita-cita berstatus janda. Tpi ketika Allah berkehendak, manusia bisa apa? Dan tidak ada seorang wanita pun bisa menutup kemungkinan untuk menjadi janda,

Yang jadi pertanyaan saya, kenapa status janda di jadikan bahan lecehan, cemo'ohan, lucu-lucuan, dan embel-embel negative lainnya? Seolah janda manusia paling hina di dunia? Lupakah anda bahwa Saidah Kadhijah juga janda? Dan sebahagian besar istri Rasulullah adalah janda,

Anda tidak pernah tahu seperti apa seorang janda berjuang dalam hidupnya. Baik dari segi sosial yang selalu jadi sorotan, juga dari segi ekonomi untuk bertahan hidup. Anda tidak pernah tahu, bagaimana seorang janda yang tidak menikah lagi karena berjuang demi kebahagiaan dunia dan akhirat anak-anak yatim yang dia punya.

Yang anda tau hanya “bak empek janda bolong janda sobek”. Begitu rendahnya kemampuan berfikir anda.

Kenapa image janda itu sangat negative di masyarakat?
Apakah semua janda itu jahat?
Apakah semua janda itu perebut suami orang? Tidak di pungkiri,satu dua ada yang “jahat”. Tapi apakah anda bisa menjamin bahwa semua gadis dan perempuan bersuami tidak jahat? Tidak pernah mengganggu rumah tangga orang lain? Semua itu kembali ke personalnya. Bukan statusnya.

Saya rasa anda sangat tau bahwa janda itu bukan hanya wanita muda. Janda itu sebutan untuk seorang wanita yang sudah tidak bersuami baik dia muda mau pun tua. Nah ketika anda mengolok-olok status janda dengan menyematkan ke-nama tanaman. Perhatikan lagi keluarga anda. Bisa jadi ada kakak, bibi, sepupu, nenek, atau bahkan ibu anda yang sudah janda.

Bagaimana kalau kondisi mereka kurang mampu? Tegakah anda menyamakan ibu atau nenek anda dengan tanaman keladi jelek di pinggir jalan?

Think smart!



Jangan hp nya aja yang pintar,
Kalau ada yang bilang, “alah..itu kan udah jadi nama pasaran, klo gua gk nyebut, orang lain pasti nyebut, susah deh hilangin yang udah viral”.

Tapi cobalah berfikir sebaliknya, Berusahalah untuk tidak latah, Jadilah contoh santun untuk generasi berikutnya, Ajarkan anak-anak untuk berbahasa yg pantas, Siapa tau dari anda orang-orang terinspirasi,

#copas
Siapa pun penulis nya, Terimakasih telah mewakili geramnya hati saya. Berpikirlah sebelum berkata, apakah perkataan itu bermanfaat atau tidak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

29. Wisma Anggrek

13. Batu Kurai Limo Jorong

Garis Waktu Bukittinggi