Jam Gadang sedang direnov 1973
Jam Gadang sedang direnovasi tempo itu. Sejak zaman kolonial Hindia Belanda kawasan Jam Gadang ini menjadi jantungnya Fort de Kock alias Kota Bukittinggi saat ini. Potongan keliping koran ini dipublish oleh akun Facebook Hendra Purwadi.
Menurut komentar akun Facebook Suftiman BandaroMudo, suasana ini menunjukan proses pemugaran Jam Gadang menjelang bulan Agustus tahun 1973. Hal ini dilakukan akibat kebakaran hebat yang meratakan Pasa Ateh tahun 1972 dan tahun berikutnya Pasa Ateh diresmikan oleh Presiden RI saat itu.
Kemudian komentar akun Facebook Nofrizal Khan mengungkapkan pemugaran Jam Gadang tidak hanya proses pengecatan, tapi pembuatan balkon di bagian atasnya. Hal ini bisa dibandingkan foto sebelum tahun 1973 dan sesudahnya.
Suftiman BandaroMudo menambahkan sebelumnya di bagian atas Jam Gadang tak ada semacam teras tempat untuk memandang sekitar. Saat ini teras tersebut digunakan untuk para pengunjung berdiri di bagian atas Jam Gadang.
Jam Gadang seiring berjalannya waktu menjadi ikon dan destinasi unggulan di Ranah Minang yang selalu ramai dikunjungi oleh para pelancong.
Jam Gadang ini memiliki keunikan mulai dari kehadirannya di Ranah Minang, mesin pemutar waktunya, angka penunjuk waktunya, transformasi atapnya hingga fungsinya tersendiri.
Coba sebutkan keunikan Jam Gadang? Silahkan komen
Dirangkum oleh tim Padang Heritage @beyubaystory
_________________________________________
Kenali Negerimu, saatnya #JelajahNagariAwak. Yuk jelajah #KotaTuaPadang. Mengenal lebih dekat Kota Tua Padang, karena menjelajah tak melulu ke alam.
Disalin dari kiriman IG Padang Heritage
Baca juga:
Like & Follow:
Join Our FB Group: Bukittinggi Culture, History, & Arts
Follow Our Instagram: Bukittinggi Culture, History, & Arts
Komentar
Posting Komentar