71. Hotel Antokan
![]() |
Foto: Twitter |
Hotel Antokan terletak di Jl. Perintis Kemerdekaan atau tepat di seberang Hotel Jogja dan Janjang Gantuang. Arsitektur bangunan ini unik, khas kolonial. Apabila kita bandingkan dengan bangunan pada kiri dan kanan bangunan hotel ini maka tampak keadaan ini hotel ini yang melorot ke bawah. Sebenarnya bukan melorot melainkan karena bangunan hotel ini dibangun mengikuti kontur tanah.
Keadaan asli dari tanah di tepi jalan ini memang lebih rendah, adapun bangunan ruko yang dibangun kemudian dibuat lebih tinggi dari jalan.
Hotel ini didirikan oleh Ahmad Thaib yang berasal dari Maninjau, nama hotel ini diambil dari nama sungai yang mengalir di kampung beliau yakni Batang Antokan. Batang dalam bahasa Minangkabau berarti sungai. Hotel ini memiliki 11 kamar ekonomi dan 5 unit kamar standar.
Awalnya hotel ini ialah sebuah apotik kepunyaan Ahmad Thaib yang pada masa kolonial bekerja dengan Dr. Ilyas. Dimasa Jepang, apotik tersebut ditutup dan hanya digunakan sebagai tempat tinggal oleh Ahmad Thaib.
Selepas kekalahan Jepang, hotel ini dijadikan sebagai tempat menginap, persinggahan oleh saudagar-saudagar dari Jambi, Pekanbaru, dan daerah tetangga lainnya. Karena sudah banyak yang menginap di hotel ini pihak keluarga mengurus izin hotel, maka pada tahun 1964 izin tersebut keluar.
Komentar
Posting Komentar